Saat ini perlintasan di jalur utama ini kembali normal dan nyaman, tetapi harus tetap waspada karena jembatan tersebut tepat berada pada tikungan tajam, dan kalau hujan kondisi jalan yang licin. Kalau malam hanya ada cahaya temaram dari lampu yang disediakan warga yang dengan suka rela memberi penerangan dari setrum listrik dari rumahnya.
Desa Tlaga
Kamis, 20 Januari 2011
Brug Kalipasang, rampung
Jumat, 24 Desember 2010
Membangun Cirikhas
Secara umum masyarakat Indonesia mudah sekali untuk jatuh hati terhadap berbagai hal yang terbangun oleh hal lain, misalnya: Menyukai merk tertentu karena tetangganya atau saudaranya juga memakai, atau bahkan tokoh tertentu, atau artis tertentu juga memakai, terlebih kalau menyangkut soal merk kendaraan atau elektronik, tentu ini semua tidak lepas dari peran periklanan yang terus mencuci otak masyarakat kebanyakan yang belum terlanjur kaya agar seluruh jerih payahnya dibelikan barang, entah penting atau tidak. Yang penting terlihat wah..
Maka jangan heran kalau pemerintah terus mengkampanyekan agar masyarakat cinta produk Indonesia, sementara yang teriak lantang justru belanja kebutuhan hampir seluruhnya di luar negeri. Padahal untuk mengajak masyarakat kita cinta akan produk sendiri sungguhlah sederhana, para pejabat terbiasa membeli dan memakai produk lokal, bukan hanya sekedar propaganda, tapi dilaksanakan secara menyeluruh. Membuat kebijakan yang pasti demi terwujudnya mutu produk yang tidak kalah bersaing dengan produk luar, merangsang daya beli beli dan produktifitas masyarakat dengan banyak cara yang bisa dikembangka secara nasional. Dan kalau sudah ada tatanan yang rapih, sistematis dan tidak hanya untuk jangka pendek, akan tetapi terus diupayakan menjadi program rakyat yang bekesinambungan. Sasaranya sudah jelas di depan mata: Indonesia yang punya banyak hari raya, tidak terus-terusan disuguhi aneka supply and demand atau antara permintaan dan ketersediaan barang yang tidak seimbang hingga kerap terjadi lonjakan harga, yang lagi-lagi rakyat kecil selalu menjerit. Dan itu selalu terulang dan terulang tanpa penyelesaian jangka panjang, hingga datangnya suatu masa di mana negeri Indonesia dalam tahun demi tahun adalah kesetabilan ekonomi semata, dan kalau ekonomi negara saja sudah stabil, tentu saja daerah akan dengan sendirinya berkembang dan menata diri.
Selasa, 21 Desember 2010
OlahTlaga
Dari pengamatan saya sejak dulu, Desa Tlaga memiliki prestasi dibidang olahraga yang cukup bagus. Dari berbagai cabang yang ada, tengoklah bola volly putri pernah masuk ke kejuaraan di tingkat Kabupaten. Hampir tiap RW memiliki team bola volly yang terdiri dari ibu muda dan remaja putri, Selalu ada lomba tingkat RT hingga antar desa, dan team dari Tlaga cukup diperhitungkan. Lawan yang cukup tangguh di kecamatan Gumelar adalah,
Selasa, 02 November 2010
Perhutani akan naikkan upah penyadap getah pinus
JAKARTA (Bisnis.com): Perum Perhutani akan menaikkan upah penyadap getah pinus Rp250 per kilogram dan membeli langsung ke penyadap untuk meningkatkan kesejahteraan petani komoditas potensial itu. “Kami sudah mengajukan RKAP perubahan kepada Kementerian BUMN. Kami harap RKAP perubahan yang kami ajukan bisa mendapat persetujuan pada bulan ini,” ujar Direktur Utama Perhutani Upik Rosalina Wasrin, hari ini. Upaya menaikkan upah para penyadap getah pinus itu, katanya, telah dituangkan ke dalam bagian dari Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)–Perubahan. Upah yang berlaku saat ini sebesar Rp2.050 per kg. “Kenaikan upah tersebut diharapkan bisa menjadi insentif dan memacu penyadap untuk meningkatkan produksi getah pinus,” katanya. Getah pinus adalah bahan baku yang digunakan dalam pembuatan gondorukem dan terpentin, yang merupakan salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu andalan Perhutani. Tiap tahun Perhutani bisa memproduksi 60.000 - 80.000 ton gondorukem yang seluruhnya ditujukan bagi pasar ekspor. Volume produksi gondorukem Indonesia yang diperdagangkan setiap tahun sekitar 60.000 ton, yang terdiri dari 80% untuk ekspor dan 20% lagi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Indonesia menjadi negara produsen terbesar ketiga setelah China dan Brasil, yang memberikan kontribusi 8% lebih terhadap produksi gondorukem dunia. |
Langganan:
Postingan (Atom)