Desa Tlaga

Desa Tlaga

Selasa, 20 Desember 2011

Bertahan itu ternyata jauh lebih sulit, belajar dari Nokia

Drama Kehancuran Nokia Ditandai Dengan Anjloknya Harga Saham 80 %


Temaram senja tampak tengah bersemayam diatas kompleks kantor pusat Nokia di kota Helsinki, Finlandia. Butiran salju tipis berjatuhan, menghampiri setiap sudut bangunan. Udara terasa dingin membeku. Di salah satu ruangan, para petinggi Nokia tampak duduk berdiskusi dengan penuh kesenduan. Semilir angin yang dingin membuat suasana ruangan itu terasa kian muram.

Para petinggi itu layak gundah gulana. Hari-hari ini kita tengah menyaksikan drama robohnya kedigdayaan Nokia dalam panggung industri ponsel global. Di banyak negara, pangsa pasar Nokia jatuh bertumbangan. Dalam kategori smartphone – salah satu kategori terpenting – produk Nokia terpelanting, dihantam barisan produk kompetitor.

Kamis, 12 Mei 2011

Jagalah bumi kita

Biarkanlah tlaga menjadi desa dengan pencapaian apapun yang sanggup diraih. Tapi tak perlu merubah tabiat kekhasan sebuah desa yang penuh budaya lokal yang perlu dijunjung tinggi. Karena sekali saja kearifan lokal ditinggalkan, maka yang terjadi adalah tabiat perkotaan yanf dominan. Tak ada lagi saling tegur sapa, kurangnya kontrol sosial yang ketat yang sangat dibutuhkan bagi berlangsungnya maayarakat desa, dimana dengan terjaganya nilai itu maka terjaga pula nilai nilai luhur yang pernah dijunjung para leluhur desa.

sent by android samsung

Lembah sujen

Selalu rindu ke sana...