Desa Tlaga

Desa Tlaga

Minggu, 10 Oktober 2010

Putusnya Jembatan Kali Pasang


Mobilitas warga Tlaga akhir-akhir ini terganggu karena jalur utama dari dan menuju desa Tlaga terputus akibat longsornya jembatan/brug di jalan kali pasang, Tipar. Warga sekitar sudah berupaya bergotong royong merehab jembatan tersebut dengan kayu, bambu dan apa saja supaya jalur ekonomi tidak lumpuh. Brug yang dibangun tahun 1972 tersebut ambrol sebulan yang lalu pada bulan puasa ketika hujan lebat mengguyur wilayah penaggungan, Tipar dan sekitarnya.

Menurut kabar, akan segera dibangun secara permanen melalui anggaran bandes. Beberap titik, seperti tanjakan Sumber juga rusak parah seiring denga musim hujan yang panjang tahun ini. Belum ada informasi memadai kapan jalan tersebut akan direhab.

Jumat, 03 September 2010

Devisa Desa pada momen Lebaran

Sudah seperti biasa terjadi pada wilayah manapun di pelosok negeri ini, budaya mudik memberi efek positif bagi tanah kelahiran dengan mudiknya para warga yang merantau. Lebaran selalu identik dengan kemudahan rejeki bagi siapapun yang larut dalam indahnya Idul Fitri. Mau itu yang berpuasa maupun tidak, merayakan lebaran adalah suatu kebutuhan masyarakat desa yang sudah turun temurun. Limpahan makanan, senyum dan saling memaafkan mewarnai meriahnya suasana Lebaran.


Duit mengalir dari kota ke desa, dan mereka akan cenderung royal menghamburkan uang untuk kebutuhan konsumtif. Kecenderungan ini tidak diwaspadi sebagai jor-joran, dan banyak terjadi ketika para perantau akan kembali ke tempat di mana merantau beberapa diantaranya ada yang kesulitan keuangan.

Selasa, 31 Agustus 2010

Mudik sehat 2010

Buat para warga Tlaga yang akan mudik, agar selalu waspada terhadap kemungkinan gangguan kejahatan yang dewasa ini meningkat tajam. Kejahatan yang sering terlihat di berita televisi sungguh sulit dipercaya dan terjadi di negeri tercinta ini, negeri dengan sejuta semboyan kebaikan.

Bagi biker, jangan lupa untuk memeriksa kendaraan dengan standar tinggi tanpa kompromi. Check oli mesin, tali gas, kopling, rem dan semua tehnis kendaraan. Jangan membawa anak atau penumpang lebih dari satu orang pembonceng. Bawalah barang bawaan secukupnya, karena di kampung halaman semua jenis kebutuhan sudah tersedia. Bawalah uang secukupnya, dan bawalah bekal minuman maupun makanan.

Bila sejak 2 tahun yang lalu, kepolisian sudah memberikan sosialisasi terhadap pengendara roda 2 yang akan mudik bahwa membawa penumpang lebih dari 1 orang penumpang sangat beresiko dan sudah dilakukan pengarahan bersama dokter anak, yang menyatakan bahwa anak-anak yang diboncengkan bersama anggota keluarga lain di atas kendaraan roda dua belum siap secara fisik menghadapi terpaan angin maupun hujan selama berkendaraan. Maka pada tahun 2010 ini, tidak lagi bersifat sosialisasi, namun penegakan hukum.

Kamis, 19 Agustus 2010

Mendulang karet di tanah Presil


Presil, merupakan lahan ex perkebunan karet pada era belanda hingga tahun 70-an yang kemudian dikelola oleh PT Perkebunan VI (enam apa lima, yah?). Sumber berita dari para sesepuh menyebutkan, pada jamannya, Presil merupakan hutan karet yang lebat dan dihuni oleh berbagai satwa liar, seperti kera, kijang, dan celeng. Karena masa sadap tanam dibatasi oleh masa produksi getah tanaman karet, maka PTPN (Perkebunan Nasional) menghentikan kegiatan produksi dan menutup pabrik di Presil. Tanaman karet ditebang dan lahan tidur diperbolehkan untuk garapan pertanian oleh warga sekitar dengan berbagai tanaman pangan seperti: padi gogo (darat), ubi, talas, umbi rambat, uwi, kacang, kedelai, dan sebagainya.