Desa Tlaga

Desa Tlaga

Senin, 16 Juni 2014

Redenominasi

Man, kye aku deprentah ding pak camat jere kon sosialisasi babagan penyederhanaan mata uang rupiah, endole de buang telu ning mburi. Si paman sing lagi mbari nglorod papir sing jero plastik kusam delenge mbari ndamon tapi nyureng. "anu priwen kuwe?" tanya si paman


Sabtu, 31 Mei 2014

Sejenis Tlaga

Kita semua terlahir di dunia tak bisa dipesan lahir untuk terlahir dimana, tahu-tahu semono jogrognya lahir di Afrika, India, Amerika, bahkan di tanah Tlaga sekalipun. Sebuah desa di ujung pulau Jawa sebagai desa penyangga dan perlintasan 3 kecamatan, Gumelar sebelah timur, Karangpucung sebelah barat daya, Bumiayu sebelah Utara. Daerah pegunungan dengan curah hujan sedang, rumah-rumah penduduk ndarik di sepanjang jalan dan di lereng-lereng bukit. Di beberapa sudut desa masih dipagari rimbunnya hutan pinus, hutan tanpa hewan hanya sebatas serangga dan perdu.

Kamis, 31 Mei 2012

Terang kalintang

Desaku wis mlebu masa ketiga... Jane wulan rejeb berati masa 9 ndean yoh. Wolak walikeng jaman.. Dela maning cah sekolah pada prei, kebutuhan masyarakat kembali kudu deupgrade, soale tiap taun ana sing kudu pendaftaran murid ke sekolah yang lebih tinggi. Mumet tapi membahagiakan...


Published with Blogger-droid v2.0.4

Selasa, 20 Desember 2011

Bertahan itu ternyata jauh lebih sulit, belajar dari Nokia

Drama Kehancuran Nokia Ditandai Dengan Anjloknya Harga Saham 80 %


Temaram senja tampak tengah bersemayam diatas kompleks kantor pusat Nokia di kota Helsinki, Finlandia. Butiran salju tipis berjatuhan, menghampiri setiap sudut bangunan. Udara terasa dingin membeku. Di salah satu ruangan, para petinggi Nokia tampak duduk berdiskusi dengan penuh kesenduan. Semilir angin yang dingin membuat suasana ruangan itu terasa kian muram.

Para petinggi itu layak gundah gulana. Hari-hari ini kita tengah menyaksikan drama robohnya kedigdayaan Nokia dalam panggung industri ponsel global. Di banyak negara, pangsa pasar Nokia jatuh bertumbangan. Dalam kategori smartphone – salah satu kategori terpenting – produk Nokia terpelanting, dihantam barisan produk kompetitor.

Kamis, 12 Mei 2011

Jagalah bumi kita

Biarkanlah tlaga menjadi desa dengan pencapaian apapun yang sanggup diraih. Tapi tak perlu merubah tabiat kekhasan sebuah desa yang penuh budaya lokal yang perlu dijunjung tinggi. Karena sekali saja kearifan lokal ditinggalkan, maka yang terjadi adalah tabiat perkotaan yanf dominan. Tak ada lagi saling tegur sapa, kurangnya kontrol sosial yang ketat yang sangat dibutuhkan bagi berlangsungnya maayarakat desa, dimana dengan terjaganya nilai itu maka terjaga pula nilai nilai luhur yang pernah dijunjung para leluhur desa.

sent by android samsung

Lembah sujen

Selalu rindu ke sana...

Indahya lembah sujen

Potensi yang terlupakan..

Selasa, 25 Januari 2011

Ciplukan, Buah Mungil Cegah Kanker

Jakarta - Siapa yang menyangka kalau buah mungil ini begitu besar manfaatnya. Rasanya yang manis segar dengan warna merah kekuningan yang cantik cukup menggoda. Tidak hanya enak dimakan langsung, tapi juga berkhasiat untuk kesehatan lho! Penasaran?


Di beberapa daerah, tanaman yang satu ini sangat populer. Biasa ditemukan di area persawahan ataupun ladang. Tanaman ini termasuk tanaman liar yang mudah sekali dijumpai. Pohon ciplukan namanya. Tanaman ini memiliki buah yang berwarna merah ataupun kuning jika sudah matang.



Bentuk buah ciplukan ini bulat-bulat dengan dibungkus dengan kelopak daun berwarna hijau. Tanaman ciplukan tidak besar, maksimal tinggi tanaman ini hanya sekitar 30 cm saja. Di beberapa pasar tradisional di pulau Jawa, buah ciplukan di jual seperti layaknya buah-buahan pada umumnya. Rasanya manis-manis asam segar. Kalau digigit, air buahnya langsung keluar dan terasa sangat enak.



Tanaman yang bernama latin Physallisa angulata L memiliki efek sitotoksik dan mampu menekan laju pertumbuhan sel kanker. Menurut beberapa peneliti ciplukan mengandung senyawa yang bisa menjadi antikanker. Ekstrak tanaman cilukan diduga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara, leukimia, dan juga kanker paru-paru.



Di Jakarta, tidak hanya buah ciplukan saja yang dijual dalam kondisi kering. Tapi juga daun dan juga batang tanaman ini diduga bisa membantu menurunkan gula darah.


 (detikfood)

Kamis, 20 Januari 2011

Brug Kalipasang, rampung

Akhirnya jembatan yang menghubungkan antara Tlaga atas dan Tlaga bawah rampung pembangunannya. Karena berada pada jalur yang rawan longsor, dimana bagian atas adalah bukit, dan dibawahnya adalah lembah yang ada sungai mengalir maka dibangunlah talut di sepanjang jembatan agar lebih kuat.

Saat ini perlintasan di jalur utama ini kembali normal dan nyaman, tetapi harus tetap waspada karena jembatan tersebut tepat berada pada tikungan tajam, dan kalau hujan kondisi jalan yang licin. Kalau malam hanya ada cahaya temaram dari lampu yang disediakan warga yang dengan suka rela memberi penerangan dari setrum listrik dari rumahnya.

Jumat, 24 Desember 2010

Membangun Cirikhas

Secara umum masyarakat Indonesia mudah sekali untuk jatuh hati terhadap berbagai hal yang terbangun oleh hal lain, misalnya: Menyukai merk tertentu karena tetangganya atau saudaranya juga memakai, atau bahkan tokoh tertentu, atau artis tertentu juga memakai, terlebih kalau menyangkut soal merk kendaraan atau elektronik, tentu ini semua tidak lepas dari peran periklanan yang terus mencuci otak masyarakat kebanyakan yang belum terlanjur kaya agar seluruh jerih payahnya dibelikan barang, entah penting atau tidak. Yang penting terlihat wah.. 

Maka jangan heran kalau pemerintah terus mengkampanyekan agar masyarakat  cinta produk Indonesia, sementara yang teriak lantang justru belanja kebutuhan hampir seluruhnya di luar negeri. Padahal untuk mengajak masyarakat kita cinta akan produk sendiri sungguhlah sederhana, para pejabat terbiasa membeli dan memakai produk lokal, bukan hanya sekedar propaganda, tapi dilaksanakan secara menyeluruh. Membuat kebijakan yang pasti demi terwujudnya mutu produk yang tidak kalah bersaing dengan produk luar, merangsang daya beli beli dan produktifitas masyarakat dengan banyak cara yang bisa dikembangka secara nasional. Dan kalau sudah ada tatanan yang rapih, sistematis dan tidak hanya untuk jangka pendek, akan tetapi terus diupayakan menjadi program rakyat yang bekesinambungan. Sasaranya sudah jelas di depan mata: Indonesia yang punya banyak hari raya, tidak terus-terusan disuguhi aneka supply and demand atau antara permintaan dan ketersediaan barang yang tidak seimbang hingga kerap terjadi lonjakan harga, yang lagi-lagi rakyat kecil selalu menjerit. Dan itu selalu terulang dan terulang tanpa penyelesaian jangka panjang, hingga datangnya suatu masa di mana negeri Indonesia dalam tahun demi tahun adalah kesetabilan ekonomi semata, dan kalau ekonomi negara saja sudah stabil, tentu saja daerah akan dengan sendirinya berkembang dan menata diri.

Selasa, 21 Desember 2010

OlahTlaga


Dari pengamatan saya sejak dulu, Desa Tlaga memiliki prestasi dibidang olahraga yang cukup bagus. Dari berbagai cabang yang ada, tengoklah bola volly putri pernah masuk ke kejuaraan di tingkat Kabupaten. Hampir tiap RW memiliki team bola volly yang terdiri dari ibu muda dan remaja putri, Selalu ada lomba tingkat RT hingga antar desa, dan team dari Tlaga cukup diperhitungkan. Lawan yang cukup tangguh di kecamatan Gumelar adalah,

Selasa, 02 November 2010

Perhutani akan naikkan upah penyadap getah pinus


JAKARTA (Bisnis.com): Perum Perhutani akan menaikkan upah penyadap getah pinus Rp250 per kilogram dan membeli langsung ke penyadap untuk meningkatkan kesejahteraan petani komoditas potensial itu.
“Kami sudah mengajukan RKAP perubahan kepada Kementerian BUMN. Kami harap RKAP perubahan yang kami ajukan bisa mendapat persetujuan pada bulan ini,” ujar Direktur Utama Perhutani Upik Rosalina Wasrin, hari ini.

Upaya menaikkan upah para penyadap getah pinus itu, katanya, telah dituangkan ke dalam bagian dari Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)–Perubahan. Upah yang berlaku saat ini sebesar Rp2.050 per kg.

“Kenaikan upah tersebut diharapkan bisa menjadi insentif dan memacu penyadap untuk meningkatkan produksi getah pinus,” katanya.

Getah pinus adalah bahan baku yang digunakan dalam pembuatan gondorukem dan terpentin, yang merupakan salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu andalan Perhutani. Tiap tahun Perhutani bisa memproduksi 60.000 - 80.000 ton gondorukem yang seluruhnya ditujukan bagi pasar ekspor.

Volume produksi gondorukem Indonesia yang diperdagangkan setiap tahun sekitar 60.000 ton, yang terdiri dari 80% untuk ekspor dan 20% lagi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Indonesia menjadi negara produsen terbesar ketiga setelah China dan Brasil, yang memberikan kontribusi 8% lebih terhadap produksi gondorukem dunia.

Minggu, 10 Oktober 2010

Putusnya Jembatan Kali Pasang


Mobilitas warga Tlaga akhir-akhir ini terganggu karena jalur utama dari dan menuju desa Tlaga terputus akibat longsornya jembatan/brug di jalan kali pasang, Tipar. Warga sekitar sudah berupaya bergotong royong merehab jembatan tersebut dengan kayu, bambu dan apa saja supaya jalur ekonomi tidak lumpuh. Brug yang dibangun tahun 1972 tersebut ambrol sebulan yang lalu pada bulan puasa ketika hujan lebat mengguyur wilayah penaggungan, Tipar dan sekitarnya.

Menurut kabar, akan segera dibangun secara permanen melalui anggaran bandes. Beberap titik, seperti tanjakan Sumber juga rusak parah seiring denga musim hujan yang panjang tahun ini. Belum ada informasi memadai kapan jalan tersebut akan direhab.

Jumat, 03 September 2010

Devisa Desa pada momen Lebaran

Sudah seperti biasa terjadi pada wilayah manapun di pelosok negeri ini, budaya mudik memberi efek positif bagi tanah kelahiran dengan mudiknya para warga yang merantau. Lebaran selalu identik dengan kemudahan rejeki bagi siapapun yang larut dalam indahnya Idul Fitri. Mau itu yang berpuasa maupun tidak, merayakan lebaran adalah suatu kebutuhan masyarakat desa yang sudah turun temurun. Limpahan makanan, senyum dan saling memaafkan mewarnai meriahnya suasana Lebaran.


Duit mengalir dari kota ke desa, dan mereka akan cenderung royal menghamburkan uang untuk kebutuhan konsumtif. Kecenderungan ini tidak diwaspadi sebagai jor-joran, dan banyak terjadi ketika para perantau akan kembali ke tempat di mana merantau beberapa diantaranya ada yang kesulitan keuangan.

Selasa, 31 Agustus 2010

Mudik sehat 2010

Buat para warga Tlaga yang akan mudik, agar selalu waspada terhadap kemungkinan gangguan kejahatan yang dewasa ini meningkat tajam. Kejahatan yang sering terlihat di berita televisi sungguh sulit dipercaya dan terjadi di negeri tercinta ini, negeri dengan sejuta semboyan kebaikan.

Bagi biker, jangan lupa untuk memeriksa kendaraan dengan standar tinggi tanpa kompromi. Check oli mesin, tali gas, kopling, rem dan semua tehnis kendaraan. Jangan membawa anak atau penumpang lebih dari satu orang pembonceng. Bawalah barang bawaan secukupnya, karena di kampung halaman semua jenis kebutuhan sudah tersedia. Bawalah uang secukupnya, dan bawalah bekal minuman maupun makanan.

Bila sejak 2 tahun yang lalu, kepolisian sudah memberikan sosialisasi terhadap pengendara roda 2 yang akan mudik bahwa membawa penumpang lebih dari 1 orang penumpang sangat beresiko dan sudah dilakukan pengarahan bersama dokter anak, yang menyatakan bahwa anak-anak yang diboncengkan bersama anggota keluarga lain di atas kendaraan roda dua belum siap secara fisik menghadapi terpaan angin maupun hujan selama berkendaraan. Maka pada tahun 2010 ini, tidak lagi bersifat sosialisasi, namun penegakan hukum.

Kamis, 19 Agustus 2010

Mendulang karet di tanah Presil


Presil, merupakan lahan ex perkebunan karet pada era belanda hingga tahun 70-an yang kemudian dikelola oleh PT Perkebunan VI (enam apa lima, yah?). Sumber berita dari para sesepuh menyebutkan, pada jamannya, Presil merupakan hutan karet yang lebat dan dihuni oleh berbagai satwa liar, seperti kera, kijang, dan celeng. Karena masa sadap tanam dibatasi oleh masa produksi getah tanaman karet, maka PTPN (Perkebunan Nasional) menghentikan kegiatan produksi dan menutup pabrik di Presil. Tanaman karet ditebang dan lahan tidur diperbolehkan untuk garapan pertanian oleh warga sekitar dengan berbagai tanaman pangan seperti: padi gogo (darat), ubi, talas, umbi rambat, uwi, kacang, kedelai, dan sebagainya.

Senin, 16 Agustus 2010

Waduk


Beberapa bulan lalu sedianya akan dibangun waduk, sebagai penampung air hujan maupun dari aliran sumber mata air yang ada di wiliayah ujung utara desa Tlaga. Patok merah sudah mulai ditancapkan, surveyor dari dinas pekerjaan umum kabupaten sudah datang untuk mengkaji lapangan.

Kendala yang timbul tertundanya proyek waduk Tlaga karena masalah pembebasan lahan berupa sawah yang masih belum diizinkan pemiliknya untuk terendam sebagai waduk. Barangkali sosialisasi terhadap yang warga yang masih kurang atau memang pemahaman akan manfaat yang bisa dirasakan warga bila kelak terealisasinya bendungan tersebut.

Bayangkan, waduk itu telah selesai dibangun, beberapa manfaat sosial ekonomi yang akan diraih sebagai berikut:
1. Perikanan air tawar
2. Wisata air
3. Pengadaan alat-alat selam, atau perahu dayung
4. Kontribusi perparkiran
5. Munculnya pedagang-pedagang baru di sekitar waduk

Tentu saja pemilik lahan yang terkena luapan air waduk ini mempunyai kedudukan istimewa yang salah satunya diatur oleh pemerintah desa, seperti: ikut berwenang dalam pengelolaan tambak ikan yang prosentase pendapatannya telah ditentukan. Selain itu, seluruh pemilik lahan tetap sebagai pemilik yang sah terhadap lahan mereka masing-masing yang terkena proyek waduk.

Proses masih bergulir, semoga segala aspek telah dikaji dan dipertimbangkan untuk terus dilanjutkan atau sama sekali dihentikan. Tapi saya pribadi berpendapat, proyek ini pantas dilanjutkan, karena selain potensi ekonomi yang akan terjadi, pengadaan air bersih ketika kemarau datang sangat mendesak untuk diadakan.



Jumat, 13 Agustus 2010

Coklat


Tanah dan topografi desa Tlaga sangat cocok dengan tanaman Kakao. Tanaman kakao merupakan penghasil biji kakao sebagai bahan baku pembuatan coklat. Permintaan cokelat di tingkat dunia sangat tinggi, baik saat ini maupun di masa depan. Beberapa penghasil biji kakau pilihan adalah dari perkebunan yang dikelola secara profesional. Namun alangkah disayangkan ternyata biji coklat dari Indonesia punya mutu kurang bagus karena penanganan pasca panen yang tidak memenuhi standar.

Prospek yang sangat bagus bagi para warga Tlaga yang memiliki lahan tidak tergarap maksimal, dan membuatnya hijau nan rimbun dengan masa panen yang terus menerus setelah pohon kakau mulai berbuah. Tanaman coklat diperbanyak melalui pembibitan dari biji pilihan, disemai pada media tanam baik polybag, atau pun persemaian di atas tanah dengan komposisi pupuk kandang dan tanah. Setelah tumbuh sekitar 3 bulan dari kecambah, tanaman bisa dipindahkan ke areal perkebunan yang sudah disiapkan lubang dan pupuk kandang.

1-2 tahun, tanaman ini sudah mulai berbuah dan tidak kenal musim, karena sekali berbunga, seluruh dahan dan batang akan terus tumbuh bunga kakao.


Fermentasi.
Dari berbagai sumber yang saya baca dan pelajari, kenapa coklat indonesia bermutu kurang baik, adalah karena tidak dilakukannya fermentasi ketika biji coklat segar yang dikeluarkan dari kulit buahnya. Kebanyakan dari petani kakao hanya membelaha buah kakau, untuk diambil bijinya, lalu direndam untuk menghilangkan lendir dan langsung menjemur supaya kering. padahal justru lendir inilah yang akan menjaga rasa dan aroma coklat ketika fermentasi berlangsung.

Saya menanam pohon kakao di belakang dan samping rumah hanya dari biji yang tergeletak, lalu tumbuh menjadi besar, dan saat ini sudah berbuah. Namun hanya senang memetik buahnya, sementara bijinya sering teronggok di lantai atau hanya langsung dijemur tanpa tahu harus diapakan setelah terkumpul banyak. Paling nanti akan saya jadikan bibit kakao, dan akan ditanam ketika pada musim tanam tahun depan.

Kalau setiap warga menanam kakau di masing-masing kebunnya, pasti 3 tahun kemudian, desa Tlaga menjadi penghasil biji coklat, lalu akan muncul pedagang-pedagang baru pemburu biji coklat. Karena merekalah perantara yang handal antara penghasil kakao dan pemasok yang ada di kota.

Coklat Beneran.
Bila pemahaman masyarakat terhadap penanganan kakao sudah benar, langkah berikutnya adalah bagaimana membuat biji coklat menjadi coklat jadi yang siap guna. Aneka makanan bisa dibuat dari bahan baku coklat. Bolehlah bersaing kelak, bila Tlaga sudah bisa memasok coklat batangan, bubuk coklat, permen coklat dan lainya dengan kedburi atau delfi sekalipun.


Kamis, 12 Agustus 2010

Blog dari email

Percobaan satu dua tiga.

Mengupdate blog dari email, semoga berita yang kami sajikan selalu update dan informatif

Selamat menunaikan ibadah puasa